Diposkan pada 12-10-2017
2788
0

Meluruskan kekliruan  malam jum'at malam hubungan intim sebagai sunah Rosul ?

Wahai ummat Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, jangan kamu , lecehkan Rasulmu. Sangat miris malam Jumat yg memiliki kekhususan ibadah & Sunnah yang benar itu adalah:

  1. Membaca Al-Kahfi
  2. Membaca Al Qur'an
  3. Memperbanyak Sholawat & Dzikir
  4. dan merupakan waktu Istijabah (waktu banyak doa-doa hamba dikabulkan)

Malah DISELEWENGKAN oleh sebagian umat Islam secara sadar ataupun tidak telah menyebarkan dakwahan vulgar bahwa malam Jumat adalah Sebatas Malam Sunnah Rasul yg identik dengan hubungan suami istri.

Padahal hadist yang menjelaskan tentang berhubungan suami-istri di malam Jumat itu perlu diperiksa keshahihnya❗

Semuanya berawal dari "hadits" berikut ini:
“Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (Kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi. [Dalam hadits yang lain disebutkan sama dengan membunuh 1000 atau 7000 yahudi”

Hadits diatas tidak akan Anda temukan dalam Kitab manapun. Baik kumpulan hadits dhaif apalagi shahih. Artinya, hadits / Sunnah Rasul pada malam Jumat tersebut adalah bukan Hadits alias Hadits palsu yang dikarang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Yang lebih miris lagi diradio-radio & TV-TV penyiarnya dg vulgar bertanya /penontonnya sambil tertawa, "Lagi Sunnah Rasul ya?"

Juga di Facebook, BBM, Twitter & jejaring sosial yg lain bahkan memasang foto/gambar vulgar/porno dg Tulisan:

"Malam Jumat Malam Sunnah Rasul",
"Jangan Ganggu lagi Sunnah Rasul"

dan tulisan2 lain berbau porno/vulgar yg ditujukan atas nama "Sunnah Rasul."

Wahai ummat Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, apa setega itu kalian melecehkan Nabimu sendiri dgn olok-olok dan ejekan-ejekan yg menghinakan?

Kenapa kau identikkan gambar & foto2 porno itu atas nama Sunnah Rasulullah sebagai pelampiasan nafsumu?

Mengapa dari sebegitu banyak Sunnah Agung Rasulullah yg kamu sebarkan adalah olok-olok porno/vulgar tentang hubungan pria-wanita?

أَسْتَغفِرُالله¬َ الْعَظيِمْ
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْن

Jangan permalukan,
Jangan kamu hinakan & Jangan kamu lecehkan , Nabimu Muhammad صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

STOP berolok-olok tentang malam Sunnah Rasul.

Semoga Allah mengampuni dosa2 dan kekeliruan kita 

Berita Terkait

Komentar

Berikan Komentar